Sinopsis
Cerita :
Film ini mengisahkan tentang kisah cinta raditya
Dika sejak pertama kali ia merasakan jatuh cinta, yaitu waktu masih di Sekolah
Dasar. Namun sayang, cinta pertama Dika tidak terbalaskan. Begitu juga dengan
kisah cintanya yang kedua, saat masih SMP. Dika berhasil mendapatkan seorang
pacar, tetapi langsung putus dua hari setelah jadian.
Kisah putus-nyambung ini terus berlanjut hingga Dika
dewasa. Dika memiliki seorang pacar bernama Nina, yang sudah jadian selama 6
bulan. Dan di bulan keenam inilah mereka putus. Kisah putus cinta ini tidak
digambarkan sebagai sebuah adegan yang menyedihkan, tetapi justru adegan konyol
yang membuat kita terpingkal-pingkal.
Karena seringnya putus-nyambung seperti itu, dan
tidak pernah pacaran lebih lama dari 6 bulan, Dika percaya kalau cinta bisa
kadaluarsa, tidak ada cinta yang bisa bertahan lama. Kosasih (Soleh Solihun),
sahabat Dika yang juga berperan sebagai agen Dika dalam penjualan bukunya,
berusaha membantu Dika untuk mendapatkan cinta sejati dengan mengenalkannya
dengan sejumlah perempuan untuk Dika jadika pacar. Tetapi tidak ada satupun
yang sesuai dengan kriteria Dika, karena absurdnya teman-teman Kosasih
tersebut.
Di tengah-tengah rasa galaunya, Dika berkunjung ke
sebuah restaurant jepang sendirian. Dan ia melihat seorang pengunjung yang
protes karena makanannya yang tak kunjung datang. Pria tersebut menggunakan
kaus tak berlengan yang menunjukan bulu ketiak yang lebat dan bergoyang-goyang
setiap sang pemilik menggerakkan tangannya.
Ketika Dika terlalu fokus memperhatikan bulu ketiak
tersebut, seorang gadis mendekati Dika dan mengajaknya berkomentar tentang bulu
ketek tersebut. Inilah awal perkenalan Dika dengan Jessica, yang kemudian
dipacarinya.
Kisah cinta di antara mereka berdua berjalan
menyenangkan, karena mereka berdua memiliki persamaan sifat, yaitu sama-sama
aneh. Seperti contoh, ketika mereka makan malam di restaurant Prancis, dan
tidak familiar dengan masakannya, mereka justru berakhir di atap pom bensin
sambil melahap mie instan cup. Semakin dekat dengan Jessica, kepercayaan Dika
terhadap cinta yang bisa kadaluarsa pun semakin dipertanyakan, hingga akhirnya
masalah menguji cinta mereka. Jessica kemudian berubah menjadi perempuan yang
sering marah-marah dan suka memerintah. Terlebih lagi, mereka memiliki latar
belakang keluarga yang berbeda. Dika pun mulai percaya kembali dengan cinta
yang bisa kadaluarsa dan mulai meragukan rasa sayangnya terhadap jessica.
Di sisi lain, persahabatannya dengan Kosasih pun
diuji oleh tawaran dari Mr.Joe yang ingin memfilmkan buku Cinta Brontosaurus,
dimana ceritanya akan dicampur dengan cerita misteri yang aneh. Dika menolak
tawaran tersebut, tetapi Kosasih menyetujuinya karena Mr. Joe menawar dengan
harga tinggi.
Kedua hal tersebut membuat Dika menjadi frustasi,
sampai ia bertemu dengan Nina, mantan pacarnya, yang mengingatkannya bahwa
dalam menjalin hubungan harus ada kompromi di dalamnya. Tetapi ia masih
meragukan rasa sayangnya pada Jessica, hingga Edgar datang ke kamar Dika dan
meminta pendapatnya tentang pacarnya yang kemungkinan hamil karena telah ia
cium. Dika pun menanyakan keseriusan Edgar tentang cinta monyetnya tersebut.
Tetapi Edgar justru balik bertanya dengan menanyakan "Emang kalo cinta
butuh alasan, Bang?" yang ternyata langsung menyentak pemikiran Dika dan
membuatnya kembali berusaha memperbaiki hubungan dengan Jessica.
Cinta
Brontosaurus dan kaitanya dengan teori
funsi popular romance menurut Radway
1. Perpindahan keadaan heroin dari yang sudah
dikenal kehilangan.
Jesica berubah dari sikapnya yang hiperaktif menjadi
cuek terhadap Dika.
2. Heroin menduga Hero tidak tertarik padanya.
Jesica merasa Dika tidak tertarik padanya. Karena Dika
punya pandangan cinta bisa kadaluarsa.
3. Hero merespon ambigu terhadap heroin.
Dika tidak mengerti bahwa mereka mengapa Jesica sikapnya
berubah.
4. Akhirnya heroin mengetahui perasaan heroin yang
sesungguhnya.
Jesica mengira kalau si Dika nya suka sama dia/cintanya
cuman sementara.
5. Hiroin merespon perilaku Hero dengan sikap dingin
dan marah.
Jesica ini marah. Dia memperlakukan Dika ini pesuruh
karena kesal dengan Dika.
6. Hero membalas dengan menghukum hiroin.
Dika yang merasa sebagai pesuruh merasa kesal.
7. Hero dan hiroin dipisahkan secara fisik dan emosional.
Akhirnya Jesica dan Dika bertengkar hebat dan
akibatnya mereka putus.
8.hero memperlakukan heroin dengan lembut dan penuh
cinta.
Dika datang ke rumahnya dan meminta maaf dan dia
menyesal apa yang dia lakukan kemarin.
9. Heroin merespon kelembutan Hero dengan hangat.
Jesica memaafkan Dika
10. Heroin menyadari bahwa sikap dinginnya hero di
masa lalu karena sakit hati.
Jesica menyadari kalau sikap Dika itu akibatnya dari
masa lalunya itu.
11. Hiro mengusulkan atau secara terbuka.
Jesica menerima permintaan maaf Dika karena Jesica
masih mempercayai Dika.
12. Heroin merespon Hero secara seksual dan
emosional.
Dan akhirnya Jesica memeluk Dika.
13. Heroin sadar perlindungan seorang ayah, kasih
sayang ibu ada pada hero .
Jesica merasa adanya kasih sayang dika
Post By Agung Suharyadi (1414015067) Sastra A

Tidak ada komentar:
Posting Komentar